Pengaruh Agama Terhadap Perilaku Konsumen

Agama merupakan salah satu karakteristik demografi yang sangat penting. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh berbagai lembaga, tercatat beragam agama yang paling dianut oleh penduduk di dunia, yaitu Kristen, Islam, Hindu, Budha, Protestan. Setiap agama memeberikan ajaran yang sangat berpengaruh terhadap sikap, persepsi, dan perilaku konsumen dari para penganutnya.
 
     Agama merupakan kepercayaan akan keberadaan Tuhan. Hampir sebagian besar manusia yang hidup di dunia, umumnya memeluk salah satu agama. Setiap agama memiliki tata aturan tersendiri, dan aturan dalam agama tersebut menjadi salah satu hal yang mempengaruhi perilaku konsumen di Indonesia.
 
     Agama Islam adalah agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia dan mempengaruhi kehidupan penduduk muslim di Indonesia. Dalam agama Islam terdapat ajaran untuk mengakui keberadaan Allah, mendirikan salah, menunaikan puasa Ramadhan, membayar zakat, dan melakukan perjalanan ibadah haji. Keenam prinsip dasar dari ajaran Islam tersebut telah mempengaruhi bagaimana seorang muslim berperilaku sebagai konsumen. Konsumen muslim pun akan memilih dan mengkonsumsi makanan halal. Ketentuan makanan halal dalam ajaran Islam sangat mempengaruhi semua konsumen muslim dalam menentukan makanan yang akan dikonsumsinya.
 
     Umat Nasrani, baik Kristen Protestan dan Katolik merayakan Natal. Pada perayaan Natal tersebut, terdapat tradisi untuk memberikan hadiah kepada orang yang disayangi, seperti keluarga dan teman. Oleh karena itu, konsumen yang menganut agama ini membeli berbagai macam barang yang akan dijadikan hadiah ketika mendekati perayaan Natal tersebut.
 
     Sangat berpengaruhnya ajaran atau aturan agama dalam pola konsumsi masyarakat sangat disadari oleh konsumen. Tidak jarang iklan baik iklan media TV ataupun iklan media cetak yang mengaitkan produk mereka dengan kebutuhan agama. Para pemasar pun mempergunakan kesempatan tersebut, karena para pemasar menyadari bahwa secara umum masyarakat Indonesia sanat dipengaruhi oleh ajaran agama.

Budaya

Pada hari Jumat, 28 Maret 2014 saya mengikuti perkuliahan Perilaku Konsumen yang ketujuh,pertemuan terakhir sebelum UTS. Kuliah ini disampaikan oleh dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan Msc. Materi yang disampaikan pada kuliah kali ini mengenai budaya. Hal-hal penting yang penting terkait materi budaya, diantaranya:

  •   Budaya adalah segala nilai, pemikiran, dan simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan, dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.
  •   Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) ada 10 sikap dan perilaku yang sangat dipengaruhi oleh budaya, yaitu : kesadaran diri dan ruang (sense of self and space), komunikasi dan bahasa, pakaian dan penampilan, makanan dan kebiasaan makan, waktu dan kesadaran waktu, hubungan keluarga, organisasi, dan lembaga pemerintah, nilai dan norma, kepercayaan dan sikap, proses mental dan belajar, kebiasaan kerja.

v  Unsur-unsur budaya :

1.      Nilai adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap pentimg oleh seseorang atau suatu masyarakat. Contoh nilai yang dianut orang Indonesia adalah memperoleh pendidikan yang baik, memperoleh gelar.

2.      Norma adalah aturan masyrakat tentang sikap baik dan buruk, tindakan yang boleh dan tidak boleh. Norma terbagi menjadi dua, yaitu norma (eacted norms) yang berdasarkan aturan pemerintah dan ketatanegaraan. Apabila melanggar norma ini akan terkena sanksi. Cresive norms  adalah norma yang yang ada dalam budaya dan bisa dipahaami dan dihayati jika orang tersebut berinteraksi dengan orang-orang dari budaya yang sama.

3.      Kebiasaan (Cutoms) adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi. Contoh kebiasaan adalah perayaan tahun baru.

4.      Larangan (Mores) adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Dilarang foto bertiga karena nanti salah satu satunya akan celaka adalah bentuk larangan.

5.      Konvensi (Convention) adalah menggambarkan anjuran atau kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak sehari-hari dan biasanya berkaitan dengan perilaku konsumen, yaitu perilaku rutin yang dilakukan oleh konsumen. Makan baso dengan samabl dan kecap adalah salah satu contoh konvensi.

6.      Mitos adalah unsurr penting budaya lainnya yang mengandung nilai dan idealism bagi suatu masyrakat. Di Pulau Jawa banyak tersebar mitos-mitos tentang raja-raja.

7.      Simbol adalah segala sesuatu (benda, nama, warna, dan konsep) yang memilki arti penting lainnta (makna budaya yang diinginkan). Warna merah adalah symbol keberanian.

  •   Mowen dan Minor (1998) mengartikan budaya popular sebagai budaya masyarakat banyak. Budaya populer bisa dinikamati oleh khalayak. Beberapa budaya popular adalah Iklan, Televisi, Musik, Radio, Pakaiaan dan Aksesoris, Permainan (Games), Film, dan Komputer.
  •   Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya karena produk mampu membawa pesan makna budaya, pemahaman tentang budaya suatu masyarakat dan bangsa akan memberikan inspirasi mengenai produk yang dibuthkan konsumen. Sehingga budaya dan pemasarana akna saling berkaitan.

 

 

Proses Belajar Konsumen

Pada hari Kamis, 20 Maret 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen pertemuan keempat. Kuliah ini disampaikan oleh dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Ir. MD Djamaludin M.Sc tetapi beliau memperkenalkan dirinya dengan nama Djemdjem. Kuliah kali ini dilaksanakan pada malam hari untuk mengganti pertemuan sebelumnya yang belum dilaksanakan. Beliau sangat humoris sehingga mahasiswa tidak bosan mendengarkan materi dan lebih memperhatikan materi yang disampaikan. Pada pertemuan kali ini materi yang dibahas adalah proses belajar konsumen. Hal-hal penting yang terkait dengan materi, diantaranya :

  •          Tiga hal penting dalam belajar adalah belajar merupakan proses berkelanjutan, pengalaman sangat berperan dalam proses belajar, belajar memiliki makna yang luas.
  •          Classical conditioning adalah suatu teori belajar yang mengutarakan bahwa makhluk hidup, baik mnausia maupun binatang adalah makhluk pasif yang bisa diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan (repetition  atau conditioning, Schiffman dan Kanuk,201)
  •          Ada tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical conditioning, yaitu pengulanagn (repetition), generalisasi stimulus (stimulus generalization), dan diskriminasi stimulus (stimulus discrimination).
  •          Operant  Conditioning  adalah proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan positif atau negatif karena mengkonsumsi suatu produk sebelumnya. Contoh operant conditioning  adalah jika suatu konsumen puas dengan pelayanan bengkel Auto 2000 maka konsumen akan kembali lagi memperbaiki kendaraannya di bengkel Auto 2000 .
  •          Operant Conditioning memiliki empat konsep penting, diantaranya reinforcer (penguat), hukuman, kepunahan, dan shaping. Reinforcer adalah suatu rangsangan yang meningkatkan peluang seseorang untuk mengulangi perilaku yang pernah dilakukanya. Konsep kedua adalah hukuman  yang berarti hal-hal negatif atau tidak menyenagkan yang diterima konsumen karena dia melakukan suatu perbuatan. Konsep ketiga adalah kepunahan yang akan muncul ketika konsumen tidak memperoleh kepuasan yang sesuai dengan yang diharapkannya. Konsep keempat adalah shaping  dimana konsumen diarahkan untuk melakukan suatu tindakan sebelum dia melakukan perilaku yang diharpkan produsen. df
  •          Observation learning adalah proses belajar yang dilakukan konsumen ketika dia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut.
  •          Menurut Peter dan Olson (2010) tiga penggunaan vicarious learning dalam strategi pemasaran adalah mengembangkan respon baru dengan menggunakan model untuk memperkenalkan produk, mencegah respons yang tidak dikehendaki dengan memperbaiki proses produksi atau hal-hal yang tidak disukai konsumen, dan memfasilitasi respons dengan mengggunakan mopdel sebagai fasilitator respons bagi konsumen.  

Selesai perkuliah kami diperlihatkan beberapa iklan. Iklan tersebut kami analisis bersama, setiap iklan memiliki karakteristik yang berbeda tergantung tujuan produk tersebut diiklankan.

 

Kepribadian dan Konsep Diri

Saya Hanifah Azizah mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi, Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi & Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Pada hari Jumat, 07 Maret 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen pertemuan kedua. Kuliah ini disampaikan oleh dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan Msc. Beliau juga menulis buku yang berjudul Perilaku Konsumen yang dijadikan buku pegangan untuk mahasiswanya.

            Dalam kuliah kali ini  ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh dosen dan wajib dijawab oleh setiap mahasiswa. Pertanyaan adalah

1. Apa motivasi untuk melanjutkan kuliah?

Motivasi saya melanjutkan kuliah karena adanya dorongan dari diri sendiri dan orang tua. Menurut saya, melanjutkan sekolah hingga jenjang kuliah pada zaman sekarang sangatlah penting

2. Apa motivasi untuk melanjutkan kuliah di IPB?

Awalnya, jujur saya tidak sama sekali berfikir untuk masuk IPB. Perguruan tinggi yang saya inginkan, yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung Statistika).  Namun, seiring berjalan waktu saya memutuskan untuk kuliah di IPB  karena adanya dorongan dari orang tua untuk kuliah di Bogor agar dekat dengan orang tua. Kakak dan Orang tua saya juga merupakan lulusan IPB sehingga memotivasi saya juga untuk kuliah di IPB.

3. Apa motivasi memilih program studi Ekonomi Syariah?

Karena Ekonomi Syariah adalah ilmu yang bermanfaat baik di dunia dan akhirat, selain diarahkan oleh orang tua untuk mengambil prodi ini, motivasi saya memilih ekonomi syariah karena di Indonesia ekonomi syariah sedang berkembang cukup pesat sehingga memiliki prospek kerja yang cukup menjanjikan.

4. Apa motivasi memilih SC Perilaku Konsumen?

Motivasi saya memilih SC perilaku konsumen, karena menurut saya, kita sebagai bagian dari konsumen dan nantinya prospek kerja saya banyak yang akan berhubungan langsung dengan para konsumen. Sehingga kita harus mulai mengetahui dari sekarang bagaimana karakteristik para konsumen serta bagaimana menghadapinya.

5. Tuliskan situasi yang dapat merubah kepribadian!

Faktor keluarga, terancam, pergaulan

                                                                                                             

 

Consumer Behavior Class IKK 231 2014

Hanifah Azizah – H54120047

Departemen Ilmu Ekonomi, Prodi Ekonomi Syariah,

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

 

Kuliah Perilaku Konsumen  Feb – Juni 2014

Dosen:

Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc

Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA

Ir. MD Djamaluddin, MSc

Ir. Retnaningsih, MS

 

Notes from Consumer Behavior Class IKK 231, 27 Februari 2014

 Saya Hanifah Azizah  mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi, Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Pada hari Kamis, 27 Februari 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen yang saya ambil sebagai mata kuliah SC. Kuliah Perilaku Konsumen ini dibawakan oleh ibu Retnaningsing, M.Sc yang merupakan dosen departemen Ilmu Keluarga dan konsumen dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada pertemuan pertama membahas tentang pengantar perilaku konsumen, motivasi dan kebutuhan, kepribadian, konsep diri dan pola konsumsi, serta pengolahan informasi dan persepsi konsumen.

Hal yang menarik dari kuliah ini adalah bahwa konsumen senang mencari harga yang terbaik meskipun untuk mendapatkannya dibutuhkan biaya yang lebih besar dari selisih harga yang seharusnya. Kita sebagai konsumen sering kurang memperhatikan sisa konsumsi seperti hanya disimpan atau bahkan dibuang. Untuk saat ini pasar internasional sangat potensial karena adanya kesamaan perilaku dan selera.

Perilaku konsumen merupakan perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Perilaku ini, cenderung menunjukkan tindakan seseorang dalam memilih barang dengan harga yang relatif murah namun dengan kualitas terbaik.

 

Para pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan, sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, persaingan yang ketat antarmerek menjadikan konsumen memilki posisi yang semakin kuat dalam posisi tawar-menawar.

Konsumen bisa dibedakan menjadi 2 tipe yakni konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri, sedangkan konsumen organisasi membeli barang dan jasa untuk kepentingan dan keperluan dalam menjalankan kegiatan organisasi. Konsumen individu dan konsumen organisasi sama pentingnya. Mereka memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Konsumen akhir memiliki keragaman yang menarik untuk dipelajari, karena ia meliputi seluruh individu dari berbagai usia, latar belakang budaya, pendidikanm dan keadaan sosial lainnya. Pada kuliah perilaku konsumen ini, lebih berfokus kepada konsumen individu, yaitu mempelajari bagaimana konsumen berperilaku dan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut.

Konsumen akan melakukan tiga macam perilaku yang terkait dengan barang, jasa, pengalaman, dan ide. Perilaku konsumen pada hakikatnya mempelajari “Why do consumers do what they do”. Studi perilaku konsumen merupakan studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha, dan energi). Syudi perilaku konsumen meliputi: 4 W+2H. (what they buy? Why they buy it? Where they buy it? How often they buy it? How often they use it?)

Ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumen dipelajari. Pertama adalah kepentingan pemasaran. Pemasar wajib memahami keragaman dan kesamaan konsumen agar mereka mampu memasarkan produknya dengan baik melalui strategi pemasaran yang tepat. Kedua adalah kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu konsumen memilih produk dan jasa dengan benar, terhindar dari penipuan, serta menjadi konsumen yang bijaksana. Ketiga adalah untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.

Proses keputusan konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya, faktor perbedaan individu konsumen, serta faktor lingkungan konsumen. Proses keputusan konsumen terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan manfaat pengetahuan bagi pemasar dalam menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.

Jadi, dapat dikatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi tentang bagaimana membuat keputusan, baik individu, kelompok, ataupun organisasi, membuat keputusan-keputusan beli atau melakukan transaksi pembelian suatu produk dan mengkonsumsinya.

Kita sebagai bagian dari konsumen dan akan berhubungan dengan konsumen sangat direkomendasikan mempelajari ilmu perilaku konsumen ini. Karena, selain bermanfaat dan dapat membuka wawasan, juga dapat  di aplikasikan ke kehidupan sehari-hari.

 

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

b1

Lecturers of Consumer Behavior Class Semester  Feb – May  2013

Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSC (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id)

Dr. Ir Lilik Noor Yuliati

Retnaningsih, MS

Megawati Simanjuntak, SP, MS

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology

Bogor Agricultural University